Raden Aria wiratanu datar cikundul

Di posting oleh Bagol Edan Eling pada 08:19 PM, 29-Aug-11

Di: sejarah dan misteri

Misteri Makam Cikundul May 9, '10 10:30 PM untuk semuanya Sejarah mencatat RA Wiratanudatar Cikundul adalah salah seorang dari sekian ulama yang berhasil menyebarkan agama Islam di Wilayah Cianjur. Kini makamnya banyak dikunjungi peziarah yang ingin memohon berkah. RA Wiratanudatar Cikundul dilahirkan kira-kira pada tahun 1603 Masehi di Cibodas Dayeuh Kolot Subang. Waktu kecil bernama Pangeran Jayalalana atau R. Ngbehi Jayasasana. Ayahnya, Raden Aria Wangsagoparana ternyata masih keturunan raja Talaga, waktu berusia 8 tahun R. Aria Wiratanudatar mesantren di Cirebon mendalami ilmu agama Islam. Ia adalah seorang santri yang paling menonjol dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan dan ilmu pemerintahan, sehingga oleh kesultanan Cirebon diberi gelar Aria sebagai tanda anggota kerabat keraton. Setelah dewasa ia diminta oleh gurunya mendirikan Kadipaten di Cinengah, gunanya untuk menangkal serangan dari kerajaan Pajajaran sambil menyebarkan agama Islam. Menyebarkan agama Islam di tengah masyarakat kita yang waktu itu beragama Hindu dan Budha bukal hal gampang. Tantangan dan hambatan datang dari berbagai sudut, termasuk dari kerajaan Pajajaran sendiri. Tapi berkat kepiawaiannya sedikit demi sedikit beliau bisa juga merangkul masyarakat sekitar untuk memeluk agama Islam. Bahkan sejarah Cianjur mencatat sebagai salah seorang dari sekian ulama yang berhasil menyebarkan Islam di wilayah itu. Satu hal menarik mengenai pribadi RA. Wiratanudatar Cikundul, dalam catatan sejarah pernah ditulis bahwa beliau pernah bertapa selama 40 hari 40 malam. Tafakur mendekatkan diri pada Allah SWT di batu agung, tinaragung, Sagalaherang. RA. Wiratanudatar didatangi dan digoda putrid Jin yang sangat cantik putera dari raja jin Islam bernama Syech Jubaedi. 3 puteri jin itu bernama Arum Cahaya, Arum wangi, Arum Endah dan pengasuhnya bernama Arum Paka. Karena kekhusuan RA. Wiratanudatar, putrid paling bungsu, Arum Endah, tertarik dan jatuh cinta kepada RA. Wiratanudatar. Akhirnya sang putrid menikah dan melahirkan 3 orang putera bernama Rd. Suryakencana, Rd. Andaka Wirusajagat dan Rd Endang Sukaesih. Sementara itu dari manusia biasa Rd. Aria Wiratanudatar mempunyai 11 orang putera. Setelah runtuhnya kerajaan Pajajaran ia mengembara ke daerah Cianjur menyusuri kali Citarum dengan membawa anak buahnya sebanyak 300 umpi. Setiap tempat disinggahinya sambil menyebarkan agama Islam dan ia pernah bertemu dengan Rd. H Abdulsyukur, Kiai G. Wayang. Setelah sampai di daerah Cianjur ia merintis untuk mendirikan kota CIanjur dan menjadi Dalem pertama Kadipaten Cianjur dengan wilayah kekuasaan sebagian wilayah Bogor dan Sukabumi. Setelah lanjut usia ia menetap di Kp. Majalaya dengan mendirikan Paguron pesantren sampai wafat sekitar tahun 1692 dan dimakamkan di gunung pasir gajah Cikundul, Cianjur. Kini makam yang telah dipugar menjadi objek wisata ziarah itu banyak dikunjungi peziarah baik dalam maupun luar negeri. Tercatat beberapa peziarah datang dari Thailand, Malaysia, Bangkok bahkan dari Amerika dan Canada. Makam yang tergolong mewah di kaki gunung Pasir Gajah ini, memang banyak dikunjungi peziarah yang ingin cita-citanya terkabul. Pada makam yang dijaga khodam ayat Kursi ini setiap malam jum’at kita dapat menyaksikan beberapa orang peziarah tawasul sampai menginap di sisi makam dengan harapan mendapat ilham. Namun disarankan Sumpena sebelum kita tawasul sampai menginap di sisi makam dengan harapan mendapatkan ilham. Namun disarankan Sumpena sebelum kita tawasul sebaiknya mengambil air pancuran kahuripan yag berlokasi sekitar 300 meter di belakang makam. Air tersebut kemudian disimpan di sisi makam ketika kita tawasul. Menurut Masyarakat sekitar air pancuran kahuripan ini dulunya sering digunakan bersuci RS. Wiratanudatar dan sebagai tempat merenung diri. Tak salah memang kalau tempat ini digunakan untuk merenung, melihat suasananya yang tenang dan airnya yang jernih. Rasanya orang yang sedang terguncang seperti apapun dapat tenang berada disekitar ini. (sumber: majalah misteri) misteribumikita

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

2 tanggapan untuk "Raden Aria wiratanu datar cikundul"

iskandar pada 10:24 PM, 25-Mar-12

informasi dan cerita Raden Arya Wiratanudatar benar-benar menarik, apabila memungkinkan tulisan di lampiri foto-foto makam Beliau atau peninggalan milik beliau. semoga sukses....

Bagol Edan Eling pada 04:01 AM, 21-Sep-12

@iskandar,
thanks sob atas kunjungan dan masukan nya.

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar